INDRAMAYU — Semangatkan pada kompetisi bergengsi tingkat nasional membuahkan hasil gemilang bagi SMK Nahdlatul Ulama Indramayu. Dua mahasiswa program keahlian Teknik Otomotif, Daffa Rahmat Pratama dan Muhammad Ilham Wijaya, berhasil meraih medali emas dalam ajang Kompetisi Teknologi Otomotif Nasional (KTON) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, pada 10–15 April lalu. Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras yang dilakukan oleh para peserta didik SMK Nahdlatul Ulama dalam mengembangkan kompetensi di bidang otomotif.
Kompetisi Teknologi Otomotif Nasional merupakan ajang tahunan yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai sekolah menengah kejuruan di seluruh Indonesia. Acara bergengsi ini menampilkan serangkaian tes yang menggabungkan teori, praktik, dan inovasi teknologi terkini dalam industri otomotif. Peserta harus menunjukkan keterampilan teknis tinggi, pemahaman mendalam tentang sistem kendaraan modern, serta kemampuan problem-solving yang solid.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian Daffa dan Ilham. Mereka telah mewakili SMK Nahdlatul Ulama dengan sempurna dan membuktikan bahwa lulusan sekolah kejuruan kami mampu bersaing dengan peserta terbaik dari seluruh nusantara,” ungkap Kepala SMK Nahdlatul Ulama, Drs. H. Achmad Suryanto, M.Pd., dalam sesi wawancara di ruang kerjanya, Kamis (17/4/2026).
Perjalanan kedua peserta menuju puncak prestasi ini dimulai jauh sebelumnya. Sejak semester ketiga, Daffa dan Ilham telah mengikuti program pembinaan intensif yang dirancang khusus oleh tim pengajar program keahlian Teknik Otomotif SMK Nahdlatul Ulama. Program tersebut mencakup pembelajaran teori, praktik di laboratorium, dan pelatihan berbasis proyek nyata dengan melibatkan industri otomotif lokal.
Ketua Program Keahlian Teknik Otomotif, Edi Supriyanto, S.Pd., menjelaskan bahwa kesuksesan ini bukan datang dengan mudah. “Setiap hari selama lima bulan, Daffa dan Ilham hadir di workshop kami sejak pukul 15.00 hingga 19.00 WIB, setelah jam sekolah berakhir. Mereka belajar tentang sistem kelistrikan, mesin, transmisi, dan komponen otomotif lainnya dengan tingkat kesulitan yang terus ditingkatkan,” ujar Edi, yang juga bertindak sebagai pembimbing utama.
Dalam kompetisi, peserta dinilai dari berbagai aspek. Pertama, tes teori yang mencakup pengetahuan tentang standar industri, regulasi keselamatan, dan perkembangan teknologi terbaru. Kedua, tes praktik keterampilan yang meliputi diagnosis kerusakan mesin, perbaikan sistem elektrik, dan maintenance berkala. Ketiga, ada komponen inovasi di mana peserta diminta merancang solusi kreatif untuk permasalahan otomotif kontemporer.
“Dalam komponen inovasi, Daffa dan Ilham mengusulkan sistem diagnostik berbasis IoT untuk pemantauan kesehatan mesin kendaraan secara real-time. Proposal mereka dinilai sangat inovatif dan aplikatif untuk kebutuhan industri modern,” tambah Edi dengan wajah yang bersinar.
Daffa Rahmat Pratama, peserta yang berasal dari Kecamatan Losarang, Indramayu, menuturkan bahwa perjalanannya mengenal dunia otomotif dimulai sejak duduk di bangku kelas X. “Saat itu, saya tertarik dengan mobil dan ingin memahami cara kerjanya secara mendalam. SMK Nahdlatul Ulama memberikan saya kesempatan belajar yang luar biasa. Guru-guru di sini sangat berdedikasi dan tidak pernah henti memberikan bimbingan ekstra,” kenang Daffa saat ditemui di workshop sekolah, Rabu (16/4/2026).
Sementara itu, Muhammad Ilham Wijaya, peserta ke-2 dari Kecamatan Indramayu, mengungkapkan bahwa kunci suksesnya adalah konsistensi dan rasa ingin tahu yang tinggi. “Saya selalu membaca manual teknis, menonton video tutorial, dan bertanya kepada guru ketika ada hal yang tidak saya pahami. Persaingan di level nasional memang ketat, tetapi saya percaya bahwa kesiapan dan persiapan yang matang adalah kunci untuk memenangkannya,” jelas Ilham sambil menunjukkan medali emas yang masih tampak berkilau.
Pencapaian gemilang ini tidak lepas dari dukungan penuh dari institusi SMK Nahdlatul Ulama. Sekolah menyediakan fasilitas workshop modern yang dilengkapi dengan peralatan diagnostik terkini, mesin peraga berbagai tipe, dan simulator sistem otomotif. Selain itu, pihak sekolah juga mengalokasikan dana khusus untuk pelatihan guru-guru, kerjasama dengan industri, dan biaya partisipasi kompetisi bagi siswa-siswi berprestasi.
“Investasi kami dalam fasilitas dan sumber daya manusia adalah prioritas utama karena kami percaya bahwa kompetensi siswa adalah aset terbesar bagi sekolah dan masyarakat. Dengan melengkapi siswa dengan keterampilan praktis dan pengetahuan teoritis yang mendalam, kami mempersiapkan mereka untuk menjadi tenaga kerja profesional yang siap menghadapi industri 4.0,” terang Kepala Sekolah Drs. H. Achmad Suryanto.
Direktur Program Keahlian Teknik Otomotif juga menerangkan bahwa sekolah memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. “Kami tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan sikap profesional. Setiap siswa kami diajari untuk memiliki integritas tinggi, etika kerja yang baik, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif—hal-hal yang sangat penting dalam industri otomotif,” ujar Edi Supriyanto.
Kolaborasi dengan industri juga menjadi bagian integral dari ekosistem pembelajaran di SMK Nahdlatul Ulama. Sekolah telah menjalin kemitraan strategis dengan beberapa bengkel resmi, showroom mobil, dan manufaktur komponen otomotif di Indramayu dan sekitarnya. Melalui program magang dan apprenticeship, siswa mendapatkan pengalaman langsung bekerja di industri dan memahami dinamika pasar kerja yang sesungguhnya.
“Kami melakukan prakerin (praktik kerja industri) di tiga tempat berbeda selama enam bulan. Dari situ, kami belajar banyak tentang standar industri, cara berbisnis, dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional,” cerita Daffa mengenai pengalamannya selama program magang.
Prestasi Daffa dan Ilham diharapkan dapat menginspirasi peserta didik lainnya untuk terus bersemangat dalam menggali potensi diri mereka. Kepala Sekolah menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong siswa-siswi lain untuk mengikuti berbagai kompetisi dan pengembangan diri. “Prestasi seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan kejuruan bukan hanya tentang belajar keterampilan, melainkan juga tentang membangun kepercayaan diri, disiplin, dan semangat untuk selalu menjadi yang terbaik,” ucap Drs. H. Achmad Suryanto.
Bagi Daffa dan Ilham, meraih medali emas di tingkat nasional adalah bukti nyata bahwa kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang tepat dapat membawa seseorang mencapai puncak prestasi. Mereka berencana untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan fokus pada bidang otomotif dan teknologi transportasi modern.
“Prestasi ini bukan akhir dari perjalanan kami, tetapi awal dari tantangan baru. Kami ingin terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi pada pengembangan industri otomotif Indonesia,” ungkap Ilham dengan penuh optimisme.
Dampak dari prestasi ini juga terasa signifikan bagi citra SMK Nahdlatul Ulama di mata masyarakat dan calon peserta didik. Kepala Sekolah mengaku bahwa pendaftaran untuk tahun ajaran 2026–2027 menunjukkan peningkatan yang cukup jauh. “Orang tua dan calon siswa melihat bahwa pendidikan di SMK Nahdlatul Ulama memberikan hasil nyata dan membuka peluang karir yang cerah. Kami berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan standar kualitas pendidikan kami,” tegas Drs. H. Achmad Suryanto.
Ke depannya, SMK Nahdlatul Ulama juga berencana untuk mengembangkan program keahlian tambahan, seperti Teknik Kendaraan Listrik dan Sistem Hybrid, mengingat perkembangan industri otomotif global yang semakin mengarah ke teknologi ramah lingkungan. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan kami selalu relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” tutur Kepala Sekolah.
Prestasi Daffa Rahmat Pratama dan Muhammad Ilham Wijaya di Kompetisi Teknologi Otomotif Nasional 2026 adalah testimoni nyata dari komitmen SMK Nahdlatul Ulama dalam mencetak generasi muda yang berkompetensi, berinovasi, dan siap menghadapi tantangan industri. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa pendidikan kejuruan memiliki nilai strategis yang sama pentingnya dengan pendidikan umum dalam membangun sumber daya manusia berkualitas tinggi di Indonesia.
Dengan terus berinovasi dalam kurikulum, meningkatkan kualitas guru, dan memperkuat kemitraan industri, SMK Nahdlatul Ulama terus membuktikan bahwa sekolah kejuruan adalah jalur pendidikan yang tepat bagi mereka yang ingin memiliki keahlian praktis dan siap langsung terjun ke dunia kerja profesional. Semoga prestasi ini menginspirasi ribuan siswa lainnya untuk terus bersemangat mengejar impian mereka dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.
—
Catatan Redaksi: Artikel ini ditulis berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari narasumber di SMK Nahdlatul Ulama Indramayu pada tanggal 16–17 April 2026. Untuk keperluan publikasi lebih lanjut, pihak redaksi siap menyediakan dokumentasi foto dan data pendukung lainnya.