INDRAMAYU — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat, kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas. Dalam tiga bulan terakhir, tidak kurang dari lima siswa sekolah tersebut berhasil meraih prestasi gemilang di berbagai kompetisi bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pencapaian ini menunjukkan dedikasi luar biasa siswa dan komitmen institusi pendidikan kejuruan dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan berdaya saing global.
Prestasi yang diraih meliputi medali emas di Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional 2026 kategori Otomotif, juara pertama Kompetisi Robot Internasional di Bangkok, serta penghargaan Best Innovation Award dalam ajang World Skills Competition Asia-Pacific 2026. Keberhasilan ini membuktikan bahwa SMK Nahdlatul Ulama tidak hanya fokus pada pembelajaran teori, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri modern.
Kepala Sekolah SMK Nahdlatul Ulama, Drs. Moch. Hasan Wijaya, M.Pd., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa yang telah diraih oleh siswa-siswinya. “Prestasi ini adalah hasil dari dedikasi, kerja keras, dan dukungan penuh dari seluruh komponen sekolah, mulai dari pendidik, tenaga kependidikan, orangtua, hingga siswa sendiri. Kami percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi yang harus digali dan dikembangkan secara maksimal,” ujar Kepala Sekolah dalam wawancara eksklusif, Jumat (11 April 2026).
Medali Emas LKS Nasional Kategori Otomotif
Salah satu pencapaian paling membanggakan adalah raihan medali emas oleh tim otomotif SMK Nahdlatul Ulama dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional yang berlangsung di Jakarta pada akhir Maret 2026. Tim yang terdiri dari tiga siswa, yaitu Rizki Ardiyanto (kelas XI Otomotif), Budi Santoso (kelas XI Otomotif), dan Hari Wibowo (kelas X Otomotif), berhasil mengalahkan pesaing dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia.
Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari ini menguji kemampuan siswa dalam diagnosis mesin, perbaikan sistem transmisi, serta pemeliharaan kendaraan modern. Peserta dihadapkan pada berbagai kendaraan terkini dengan teknologi canggih, memerlukan pemahaman mendalam tentang sistem otomotif kontemporer.
“Kami sangat senang karena kerja sama tim yang solid membuat kami mampu mengatasi setiap tantangan di kompetisi ini. Persiapan yang dilakukan selama enam bulan terakhir sangat membantu kami,” ungkap Rizki Ardiyanto, ketua tim otomotif yang meraih medali emas tersebut. Ia menambahkan bahwa bimbingan dari guru-guru SMK Nahdlatul Ulama, khususnya dari Bapak Suryanto, S.Pd. (guru kompetensi otomotif), menjadi kunci kesuksesan mereka.
Kepala Program Studi Otomotif SMK Nahdlatul Ulama, Ing. Suryanto, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari investasi sekolah dalam peningkatan fasilitas praktik. “Sekolah kami telah menyediakan bengkel otomotif dengan peralatan standar industri internasional. Kami juga secara rutin menghadatkan praktisi industri otomotif untuk memberikan insight terbaru tentang teknologi kendaraan,” ujar Ing. Suryanto saat dimintai komentar.
Juara Kompetisi Robot Internasional Bangkok
Prestasi internasional juga berhasil diraih oleh tim robotika SMK Nahdlatul Ulama yang meraih juara pertama dalam Kompetisi Robot Internasional di Bangkok, Thailand, pada Februari 2026. Tim yang dipimpin oleh Adi Pratama (kelas XII Elektronika) berhasil mengalahkan 47 tim dari berbagai negara Asia-Pasifik dengan inovasi robot khusus yang dirancang untuk menangani tugas-tugas pertanian berkelanjutan.
Robot yang diberi nama “AgriBot Pro” ini dirancang khusus untuk membantu petani dalam meningkatkan produktivitas lahan dengan mengurangi penggunaan pestisida kimia. Tim SMK Nahdlatul Ulama menciptakan solusi inovatif dengan memanfaatkan sensor pintar dan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi hama tanaman secara akurat.
“Kami memilih fokus pada solusi untuk pertanian karena menyadari Indonesia adalah negara agraris dengan tantangan besar dalam hal produktivitas pertanian. Melalui AgriBot Pro, kami ingin berkontribusi pada kemajuan sektor pertanian Indonesia,” jelaskan Adi Pratama dengan antusiasme tinggi.
Adi Pratama menambahkan bahwa persiapan tim dimulai sejak awal tahun 2025, dengan melakukan riset mendalam mengenai kebutuhan petani di berbagai wilayah Jawa Barat. “Kami tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan kelayakan ekonomi dan kemudahan penggunaan robot kami di lapangan. Itulah mengapa tim kami juga melibatkan ahli pertanian dan ekonomi dari berbagai lembaga,” ungkapnya.
Guru pembimbing robotika SMK Nahdlatul Ulama, Bambang Setiawan, S.T., M.Eng., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian timnya. “Ini adalah bukti bahwa pendidikan kejuruan di Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Siswa-siswa kami bukan hanya menguasai teori, tetapi juga dapat mengaplikasikan ilmu mereka untuk menciptakan solusi nyata bagi masyarakat,” kata Bambang Setiawan.
Prestasi ini memberikan dampak signifikan bagi reputasi SMK Nahdlatul Ulama. Sekolah kini mendapat pengakuan dari berbagai institusi pendidikan internasional dan menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan kejuruan di Indonesia.
Penghargaan Best Innovation Award di World Skills Competition Asia-Pacific
Selain dua prestasi besar di atas, SMK Nahdlatul Ulama juga meraih Best Innovation Award dalam ajang World Skills Competition Asia-Pacific 2026, yang diikuti oleh 32 negara di kawasan Asia-Pasifik. Penghargaan ini diberikan kepada tim siswa dari program studi Tata Boga SMK Nahdlatul Ulama yang berhasil menciptakan inovasi kuliner yang memadukan cita rasa tradisional Indonesia dengan teknik memasak modern.
Tim Tata Boga yang terdiri dari Siti Nurhaliza (kelas XII Tata Boga), Dwi Kartono (kelas XII Tata Boga), dan Amelisa Putri (kelas XI Tata Boga) menciptakan hidangan “Rendang Fusion Modern” yang menggabungkan cita rasa khas Minangkabau dengan presentasi dan teknik masak kontemporer. Inovasi kuliner ini tidak hanya memenangkan pujian dari juri, tetapi juga menarik minat berbagai restoran internasional untuk berkolaborasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kuliner Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung internasional. Melalui pendekatan inovasi, kami membuat hidangan tradisional menjadi lebih menarik dan relevan dengan selera konsumen modern,” kata Siti Nurhaliza, ketua tim Tata Boga.
Kepala Program Studi Tata Boga SMK Nahdlatul Ulama, Chef Dede Rusmana, S.Pd., mengatakan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil dari pembelajaran yang komprehensif. “Di SMK Nahdlatul Ulama, siswa kami tidak hanya belajar resep-resep standar, tetapi juga diajarkan untuk berpikir kreatif, memahami tren pasar global, dan memiliki jiwa entrepreneur yang kuat,” jelas Chef Dede.
Dampak Prestasi terhadap Pengembangan SMK Nahdlatul Ulama
Prestasi-prestasi gemilang yang diraih oleh siswa SMK Nahdlatul Ulama memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan institusi pendidikan kejuruan tersebut. Pertama, pencapaian ini meningkatkan kredibilitas dan reputasi sekolah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Banyak calon siswa dan orangtua yang semakin tertarik untuk mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah ini.
Kedua, prestasi ini memotivasi siswa dan guru untuk terus meningkatkan standar kualitas pembelajaran. Menurut Kepala Sekolah Drs. Moch. Hasan Wijaya, sekolah sedang merencanakan pengembangan fasilitas pembelajaran yang lebih canggih dan peningkatan kualifikasi pendidik. “Kami tidak ingin berpuas diri dengan prestasi yang sudah diraih. Sebaliknya, prestasi ini menjadi batu loncatan untuk mencapai target yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Ketiga, prestasi siswa memberikan dampak ekonomi yang positif bagi komunitas sekitar. Beberapa siswa yang meraih prestasi telah menerima tawaran untuk magang atau bekerja di perusahaan-perusahaan multinasional dan industri terkemuka di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa lulusan SMK Nahdlatul Ulama sangat diminati oleh pasar tenaga kerja.
Keempat, sekolah kini menjadi mitra penting bagi industri lokal dan nasional dalam pengembangan sumber daya manusia. Beberapa perusahaan besar telah menjalin kerja sama dengan SMK Nahdlatul Ulama untuk program pelatihan, penelitian, dan pengembangan produk.
Dukungan Penuh dari Yayasan dan Pemerintah Daerah
Kesuksesan SMK Nahdlatul Ulama tidak terlepas dari dukungan penuh dari Yayasan Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu. Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama, KH. Mudjiono, S.Ag., menekankan komitmen yayasan dalam mendukung pengembangan pendidikan berkualitas.
“Yayasan kami percaya bahwa investasi dalam pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Kami akan terus memberikan dukungan finansial dan non-finansial untuk memastikan SMK Nahdlatul Ulama tetap menjadi institusi pendidikan kejuruan terdepan,” kata KH. Mudjiono dalam kesempatan terpisah.
Sementara itu, Bupati Indramayu, Ir. Haryadi Sarjanto, juga mengapresiasi pencapaian siswa SMK Nahdlatul Ulama. “Prestasi ini membuktikan bahwa Indramayu memiliki potensi besar dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten. Pemerintah Kabupaten Indramayu siap memberikan dukungan penuh untuk pengembangan pendidikan kejuruan yang berkualitas,” kata Bupati dalam sebuah acara apresiasi prestasi yang diadakan minggu lalu.
Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda
Para siswa berprestasi dari SMK Nahdlatul Ulama memiliki pesan inspiratif untuk generasi muda lainnya. Mereka menekankan bahwa kesuksesan bukan hasil dari keberuntungan semata, tetapi dari dedikasi, kerja keras, dan ketekunan dalam belajar.
“Jangan pernah meremehkan pendidikan kejuruan. Melalui jalur SMK, kita bisa menjadi profesional yang kompeten dan berdaya saing global. Yang penting adalah kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan tidak takut untuk bermimpi besar,” pesan Rizki Ardiyanto, peraih medali emas LKS Nasional.
Adi Pratama dari tim robotika juga menambahkan, “Jangan hanya fokus pada nilai akademik semata. Kembangkan juga kreativitas, inovasi, dan kemampuan kerja sama tim. Itulah keterampilan yang paling dibutuhkan di era digital ini.”
Penutup
Prestasi gemilang yang diraih oleh siswa SMK Nahdlatul Ulama Indramayu dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional membuktikan bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran penting dalam mengembangkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing global.
Keberhasilan ini adalah hasil dari kolaborasi sinergis antara siswa yang berdedikasi, pendidik yang profesional, dukungan institusi, dan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. SMK Nahdlatul Ulama telah menunjukkan bahwa sekolah kejuruan bukan hanya lembaga yang mencetak tenaga kerja, tetapi juga pusat inovasi dan pengembangan talenta muda yang mampu berkontribusi pada pembangunan nasional.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini dapat menginspirasi lebih banyak institusi pendidikan kejuruan lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lulusan yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan komitmen tinggi untuk kemajuan bangsa. Semoga SMK Nahdlatul Ulama terus dapat menjadi kiblat pendidikan kejuruan di Indonesia dan terus menghasilkan siswa-siswa berprestasi yang membangga masyarakat dan negeri.